Tak perlu bingung saat kamu berhalangan datang langsung ke Kantor Samsat untuk mengurus pajak mobil. Karena sebenarnya kamu bisa meminta bantuan anggota keluarga atau orang kepercayaan. Tapi untuk itu ada satu dokumen yang mesti dibawa, yaitu surat kuasa perpanjang STNK (Surat Tanda Nomor Kendaraan).

Seperti kita tahu, pemilik kendaraan wajib membayar pajak mobilnya setiap tahun dan lima tahun sekali. Tapi entah karena kesibukan atau hal lain, kadang kita berhalangan untuk melakukannya. Untuk mempermudah pembayaran pajak, sebenarnya kini sudah tersedia layanan Samsat Online. Buat kamu yang belum tahu bisa cek artikelnya lewat link di bawah ini.

>>> Kunjungi:

  1. Cara Bayar Pajak Mobil Online dengan Aplikasi Resmi Samsat
  2. Contoh Surat Kuasa Pengambilan BPKB Terbaru

Tapi sistem yang tersedia pun rupanya tak selalu siap melayani. Dengan kata lain ada kalanya mengalami gangguan alias offline. Jika sudah begini mau tak mau proses pembayaran tetap harus dilakukan di Kantor Samsat. Daripada menundanya sampai lewat jatuh tempo, lebih baik meminta bantuan orang kepercayaan untuk melakukan pembayaran.

Pada situasi seperti itu kamu akan membutuhkan dokumen tambahan, yaitu surat kuasa perpanjang STNK di samping syarat-syarat yang sudah menjadi standar.

Table of Content
Apa Itu Surat Kuasa Perpanjangan STNK?
Contoh Surat Kuasa Pengurusan STNK

Apa Itu Surat Kuasa Perpanjangan STNK?

Dirangkum dari berbagai sumber, pengertian surat kuasa itu sendiri adalah pemberian wewenang dari satu pihak ke pihak lain yang diberi kepercayaan. Hal ini dilakukan lantaran si pemberi kuasa tidak bisa melakukan sebuah tugas atau pekerjaannya seorang diri. 

Dalam konteks perpanjangan STNK, berarti surat kuasa diberikan oleh pemilik mobil (yang identitasnya sama dengan yang tertera di STNK) kepada orang yang diberi kepercayaan. Kenapa harus pakai surat kuasa? Kenapa tidak semua orang dibebaskan untuk membayar pajak kendaraan?

Perlu diingat, pembayaran pajak mobil tahunan atau lima tahun sekali juga berfungsi sebagai identifikasi kendaraan bermotor. Surat kuasa dibutuhkan sebagai bukti kendaraan masih dimiliki oleh orang yang identitasnya tertera di STNK. Karena jika sudah berpindah tangan, perlu dilakukan balik nama atau ganti identitas kepemilikan.

Contoh Surat Kuasa Pengurusan STNK

Seperti surat kuasa lainnya, ada beberapa ciri yang harus dimiliki surat kuasa pengurusan STNK. Ciri-ciri tersebut di antaranya, identitas pemberi kuasa, identitas penerima kuasa, ruang lingkup kuasa yang diberikan, dan tanda tangan pemberi kuasa di atas materai Rp6.000.

Melengkapi surat kuasa tersebut, siapkan KTP (Kartu Tanda Penduduk) pemberi kuasa dan penerima kuasa. Kemudian untuk contoh surat kuasa pengurusan STNK itu sendiri bisa kamu simak di bawah ini. Sebagai catatan, contoh surat kuasa ini khusus digunakan untuk perpanjangan pajak tahunan.

SURAT KUASA

Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : ………………………
Tempat/tanggal lahir : ………./……………
Kewarganegaraan : ………………………
Pekerjaan : ………………………
Alamat : ………………………
KTP No. : ……………., tanggal ………………..
(selanjutnya disebut “Pemberi Kuasa”).
Dengan ini memberi kuasa kepada:
Nama : ………………………
Tempat/tanggal lahir : ………. / …………..
Kewarganegaraan : ………………………
Pekerjaan : ………………………
Alamat : ………………………
KTP No. : ……………., tanggal ………………..
(selanjutnya disebut “Penerima Kuasa”).

K H U S U S

Untuk dan atas nama Pemberi Kuasa mengajukan permohonan dan mengurus perpanjangan STNK sampai selesai pada instansi yang berwenang, dengan spesifikasi sebagai berikut :
– Merk/Type : ………………………
– Jenis/Model : ………………………
– Tahun Pembuatan/ Perakitan : ………………………
– Isi Silinder/HP : …… CC
– Warna KB : ………………………
– Nomor Rangka/NIK : ………………………
– Nomor Mesin : ………………………
– Nomor BPKB : ………………………
– Warna TNKB : ………………………

Dengan maksud dan tujuan serta memakai syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan yang dianggap baik oleh Penerima Kuasa.

Untuk urusan tersebut, menghadap di mana perlu dan di hadapan siapapun, membuat, menandatangani dan menyerahkan semua surat, permohonan, formulir, dan surat-surat lain, memberi keterangan, membuat surat-surat yang diperlukan atau disyaratkan oleh instansi yang berwenang guna memperoleh pengesahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Singkatnya, melakukan dan mengerjakan tindakan/perbuatan apapun yang diperlukan atau disyaratkan untuk memperoleh pengesahan dari instansi yang berwenang, dan untuk maksud tersebut tidak ada yang dikecualikan.

………………………, Desember 20….

Pemberi Kuasa, Penerima Kuasa,

[ materai 6000 ]