Studi terbaru yang dilakukan Nissan bersama konsultan riset Frost and Sullivan menunjukkan konsumen kendaraan di Asia Tenggara semakin mempertimbangkan dirinya untuk memiliki mobil listrik. Studi dengan tajuk “Nissan FUTURES – Electrification and Beyond” tersebut dirilis untuk publik, Kamis, 4 Februari 2021.

Studi tersebut melibatkan responden dari sejumlah negara di Asia Tenggara, meliputi Thailand, Filipina, Indonesia, Vietnam, dan Singapura. Salah satu hasilnya, diketahui 64 persen responden merasa lebih mempertimbangkan kendaraan listrik dibanding lima tahun lalu. 

BACA JUGA:
>>> Mobil Listrik Hyundai Resmi Meluncur, Yuk Lihat Harganya

Temuan lainnya, sebanyak 66 persen responden yakin dirinya akan menggunakan mobil listrik sebagai bagian dari kehidupan sehari-harinya dalam waktu dekat. Bahkan khusus di Indonesia sebanyak 50 persen pemilik kendaraan dengan mesin konvensional pasti akan mempertimbangkan kendaraan listrik sebagai pembelian mobil berikutnya, setidaknya dalam tiga tahun mendatang.

Meski demikian, studi juga mengungkap konsumen masih memiliki kekhawatiran dalam menggunakan kendaraan ramah lingkungan ini. Di antaranya adalah kehabisan daya sebelum tiba di stasiun pengisian. Walaupun persentase akan kekhawatiran tersebut sudah turun menjadi 54 persen dibanding hasil studi serupa pada 2018, yaitu 73 persen.

Di pasar mobil listrik sendiri, Nissan memiliki produk Kicks e-POWER yang telah diperkenalkan di Tanah Air sejak September 2020 lalu. Teknologi e-POWER yang dimiliki mobil ini menawarkan pengalaman berkendara tanpa perlu mengisi daya. Keunggulan lainnya adalah pengoperasian yang halus dan senyap. Juga tenaga mesin yang dinilai mumpuni.

Suka mobil-mobil Nissan? Temukan pilihannya di Listing Cartalog