Baterai mobil listrik setahun terakhir selalu menjadi perdebatan hangat di Indonesia. Ada yang mendukung, namun tak juga yang kontra terhadap kehadiran mobil listrik ini. Tetapi mau tidak mau kedepannya kita harus siap dengan kedatangan mobil tanpa bahan bakar fosil ini. 

Bagi sebagian orang, mobil listrik dianggap punya harga yang mahal. Banyak masyarakat Indonesia menilai kalau baterai mobil listrik ini punya harga yang cukup mahal jika harus diganti. Benarkah hal tersebut?

Bahan Utama Baterai Mobil Listrik

Sebelum menjawab, ada baiknya kita ketahui dulu mengenai bahan utama dari baterai listrik ini. Memang komponen termahal dari mobil listrik adalah baterainya. Karena baterai mobil listrik ini terdiri dari bahan seperti kobalt, nikel, lithium dan mangan. 

Komponen tersebut merupakan bahan material termahal yang terkandung pada setiap sel mobil listrik. Bahan baku ini merupakan bahan tambang.

Bahan tambang tersebut juga harus melewati proses yang panjang untuk diubah menjadi senyawa kimia dengan tingkat kemurnian yang tinggi. Makanya tak heran kalau harga baterai mobil listrik ini jadi yang termahal diantara seluruh komponen yang ada. 

BACA JUGA:
>>> Dinamo Starter Mobil: Cara Mengecek dan Perawatan

Kisaran Harga Baterai Mobil Listrik

Harga mobil listrik juga ditentukan oleh kapasitas baterai. Semakin besar kapasitas baterainya maka akan semakin mahal mobilnya. Hal tersebut berlaku sebaliknya di mobil listrik. Namun berapa ya kisaran harganya di tahun 2021 ini?

Untuk kebutuhan mobil listrik saat ini biasanya kebutuhan baterainya memiliki nilai Rp100 jutaan. Tapi, jika dibandingkan dengan 10 tahun lalu jelas harga baterai saat ini jauh lebih murah.

Di tahun 2010, rata-rata biaya yang harus dikeluarkan untuk setiap 1 kilowatt jam kapasitas baterai mencapai 1.183 juta USD atau setara Rp16 jutaan. Namun sekarang biayanya tak sampai belasan juta, sudah ada di kisaran angka Rp2,1 jutaan. 

Diharapkan kedepannya harga baterai bisa lebih ditekan lagi. Bahkan para ahli memperkirakan di tahun 2024 harga untuk 1 kilowatt jam kapasitas baterai bisa dibanderol Rp1,2 jutaan. Ini jelas menjadi kabar baik buat konsumen.

Pabrik Baterai Didominasi Asia

Kawasan Asia bisa dibilang memiliki potensi yang sangat besar dalam memproduksi bahan baku baterai mobil listrik. Saat ini 80% pasokan baterai lithium-ion berada di Asia. Pasokan tersebut didominasi oleh pabrik yang ada di China. 

Indonesia sendiri dikabarkan tidak lama lagi akan memiliki industri bahan baku untuk sumber tenaga tersebut. Saat ini pabrik bahan baku materai mobil listrik ada di Maluku Utara, tepatnya di Kawasi, Obi, Halmahera Selatan. 

Di kawasan tersebut sedang dibangun pabrik oleh Harita Nickel. Pabrik nickel ini kabarnya saat ini sudah memasuki tahap konstruksi akhir dan bisa segera digunakan untuk produksi. Nilai investasi pabriknya tak main-main, mencapai Rp14 triliun dengan pemegang saham mayoritas dari dalam negeri.

Buat kamu yang saat ini belum suka atau belum siap dengan mobil listrik, sebaiknya diterima perlahan ya. Karena mau tidak mau mobil listrik bakal mengisi jalan raya dalam 10 tahun kedepan.

Seperti masa mesin injeksi yang kala itu baru bagi pemilik mobil bermesin karburator. Dulu banyak orang takut dengan mesin injeksi. Saat ini bahkan semua mobil sudah memakai sistem injeksi. 

Sama seperti mobil listrik. Saat ini masih banyak orang takut dengan mobil listrik, tetapi kedepannya bisa saja mobil listrik menjadi hal yang lumrah bagi masyarakat Indonesia. Hanya tinggal menunggu waktu saja nih.

Sumber foto: CAR Magazine

Mobil listrik masih terasa terlalu mahal? Cek mobil yang seusia budget di Cartalog