Guna menekan penyebaran virus Covid-19 di Jakarta, pihak Polda Metro Jaya mengumumkan aturan pembatasan mobilitas di DKI Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya yang diwakilkan oleh Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, saat ini pihaknya akan melakukan pembatasan mobilitas di 10 ruas jalan di Ibu Kota. Pembatasan tersebut berlaku mulai Senin malam (21/6), mulai pukul 21.00 hingga 04.00 WIB, dan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Kombes Sambodo Purnomo Yogo juga akan mengerahkan 200 personel untuk menjaga penutupan 10 ruas jalan di Jakarta. Adapun ke-10 ruas jalan tersebut diklaim berpotensi menyebabkan kerumunan dan terjadi pelanggaran protokol kesehatan. “Personel lalu-lintas sekitar 200 orang yang kami sebar di 10 titik,” ujar Sambodo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan (21/6).

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo

PPKM Mikro Diharapkan Mampu Mengurangi potensi penularan Covid-19

Dengan dilakukan penutupan jalan ini, diharapkan mampu mengurangi potensi penularan Covid-19 yang kian memprihatinkan beberapa waktu terakhir di Ibu Kota. Dan memang, kebijakan di atas muncul setelah terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang begitu signifikan, terutama setelah momentum libur Lebaran.

Sambodo menambahkan, hanya kendaraan tertentu saja yang bisa melintas di 10 ruas jalan itu, seperti kendaraan penghuni/warga yang tinggal di sana, yang berkaitan dengan kesehatan ambulans, apotek, rumah sakit, tamu hotel, mobilitas keadaan darurat seperti Damkar, dan TNI-Polri. Di luar itu, polisi melarang kendaraan lain melintas.

Baca Juga : Diskon PPnBM Nol Persen Resmi Diperpanjang, Berikut Daftar Mobilnya!

“Pembatasan ini bersifat situasional. Jika dinilai sudah kondusif, ada kemungkinan pembatasan tersebut akan bergeser ke wilayah lain yang kami anggap masih sering melanggar protokol kesehatan maupun melanggar peraturan perundang-undangan, baik itu keputusan Mendagri, peraturan Gubernur, dan sebagainya,” kata Sambodo.

Untuk kalian yang ingin berpergian di wilayah Jakarta, sebaiknya mengetahui 10 ruas yang bakal dilakukan pembatasan.

  1. Kawasan Bulungan dari traffic light Bulungan belakang Kejaksaan Agung hingga bunderan bulungan, sampai Mahakam.
  2. Kawasan Kemang mulai dari pertigaan depan Apartemen Kemang hingga perempatan McDonalds, sampai ujung arah selatan, dekat jalan Benda.
  3. Kawasan Gunawarman, Suryo dan SCBD. Mulai dari Gunawarman depan KFC, pertigaan Senopati hingga ke Blok S.
  4. Sepanjang jalan Sabang.
  5. Cikini Raya, dari jalan Cikini sampai ke Raden Saleh.
  6. Jalan Asia Afrika dari pertigaan hotel Fairmont hingga depan Pakubuwono Senayan City.
  7. Sepanjang jalan BKT di Jakarta Timur.
  8. Seluruh kawasan Kota Tua Jakarta Barat mulai dari Hayam Wuruk sampai Kunir Stasiun Beos.
  9. Boulevard Kelapa Gading mulai dari ujung Bundaran La Piazza hingga Perintis Kemerdekaan.
  10. Kawasan PIK 2 setelah menyebrang jembatan.

Selain melakukan pembatasan mobilitas di 10 titik Jakarta, Dinas Perhubungan DKI juga ikut menerapkan batas waktu operasional untuk transportasi umum. “Batas waktu operasional transportasi umum sesuai dengan SK Kadishub DKI,” kata Wakadishub DKI, Chaidir, dalam jumpa pers bersama Polda Metro Jaya, Senin (21/6).

Berikut jadwal operasional transportasi umum terkait PPKM Mikro di DKI Jakarta:

  1. TransJakarta, pukul 05.00 sampai 22.00 WIB.
  2. Angkutan Umum Reguler, pukul 05.00 sampai 22.00 WIB.
  3. Moda Raya Terpadu (MRT), pukul 05.00 sampai 23.00 WIB.
  4. Lintas Raya Terpadu (LRT), pukul 05.30 sampai 22.00 WIB.
  5. Angkutan Perairan, pukul 05.00 sampai 18.00 WIB.
  6. AMARI dan Angkutan Tenaga Kesehatan TransJakarta, pukul 22.00 sampai 23.00 WIB.