Pemerintah pusat resmi menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat untuk wilayah Jawa dan Bali mulai tanggal 3 – 20 Juli 2021 guna menekan laju penularan Covid-19, termasuk DKI Jakarta.

Presiden Joko Widodo secara resmi memutuskan kebijakan PPKM darurat atau pengetatan aktivitas masyarakat untuk mencegah perluasan penyebaran Covid-19. Kebijakan tersebut disampaikan oleh Presiden melalui siaran langsung channel YouTube Sekretariat Presiden, “Saya memutuskan untuk memberlakukan PPKM Darurat sejak 3 Juli hingga 20 Juli khusus di Jawa dan Bali,” kata Jokowi.

Menurut Presiden Jokowi, PPKM darurat diputuskan untuk melakukan pembatasan aktivitas masyarakat secara lebih ketat daripada yang selama ini sudah pernah berlaku.

Sebelum diterapkannya PPKM darurat, DKI Jakarta telah berbagai macam melakukan kebijakan untuk menekan penambahan kasus Covid-19 mulai dari PSBB, PPKM, hingga PPKM mikro yang kembali diperpanjang pada 22 Juni dan berakhir di 5 Juli 2021.

Awal Juli lalu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menegaskan, Ibu Kota siap melaksanakan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat yang diputuskan oleh pemerintah pusat. Anies mengatakan, untuk menjalankan instruksi Presiden Joko Widodo terkait PPKM Darurat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat secara intensif. DKI Jakarta pun siap untuk melaksanakannya.

Dari sederet aturan pengetatan aktivitas masyarakat dalam PPKM Darurat, Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya juga melakukan penyekatan terhadap sejumlah jalan akses masuk ke DKI Jakarta.

Dirlantas Polda Metro Jaya yang diwakili oleh Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, dari 63 ruas jalan yang akan disekat, 28 di antaranya adalah batas kota dan jalan tol. Selain itu, 21 jalan lainnya adalah yang rawan pelanggaran prokes atau protokol kesehatan, serta ada 14 titik pengendalian mobilitas yang akan diawasi secara patroli.

Penyekatan PPKM Darurat di DKI Jakarta

Sebelumnya, jadwal penyekatan jalan akses masuk Jakarta terhadap 63 ruas jalan masuk di Jakarta sudah dimulai sejak 3 Juli 2021 dini hari. Namun seiring dengan berjalannya hari, aturan PPKM darurat di Ibu Kota terus mengalami perkembangan setiap waktunya. Sampai dengan hari Sabtu, 10 Juli 2021 jumlah lokasi penyekatan telah bertambah mencapai 75 titik.

Yang terbaru, polisi melakukan penyekatan di Jalan Fatmawati dan Jalan Antasari di Jakarta Selatan, serta Jalan Raya Cijantung di Jakarta Timur. Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan, penyekatan tersebut dilakukan sebatas sosialisasi di tanggal 10 – 11 Juli 2021 pukul 06.00 hingga 10.00 WIB.

Lalu penyekatan di Jalan Fatmawati, Jalan Antasari, serta Jalan Raya Cijantung akan dilakukan full pada hari Senin, 12 Juli 2021 dari pukul 06.00 sampai 22.00 WIB.

Menurut Sambodo, penambahan titik penyekatan dilakukan guna mempertegas bahwa Jakarta masih dalam masa PPKM Darurat. Sambodo juga mengingatkan bahwa penyekatan berlaku bagi masyarakat yang bekerja di luar sektor essential dan kritikal, yang boleh melalui jalur tersebut hanya tenaga medis, dokter, dan perawat.

Berikut adalah 28 titik pembatasan mobilitas di Jakarta :

Di dalam kota :

  1. Bundaran Senayan
  2. Semanggi
  3. Bundaran HI
  4. TL Harmoni

Arah Timur ke Barat

  1. Gerbang Tol Tegal Parang
  2. Gerbang Tol Polda

Arah Barat ke Timur :

  1. Gerbang Tol Semanggi
  2. Gerbang Tol Senayan
  3. Gerbang Tol Pancoran

Di batas kota

  1. Ringroad Tegal Alur, Jakut
  2. Pos Joglo Raya, Jakbar
  3. Pos LTS Kalideres, Jakbar
  4. Perempatan Pasar Jumat, Jaksel
  5. Ciledug Raya (Unibersitas Budi Luhur), Jaksel
  6. Lampiri Kalimalang, Jaktim
  7. Panasonic Jalam Raya Bogor, Jaktim
  8. Depan SPBU Cilangkap, Depok
  9. Jalan Parung Ciputat, Depok
  10. Batu Ceper, Tangkot
  11. Jati Uwung, Tangkot
  12. Jalan Sultan Agung Meda Satria, Bekasi Kota
  13. Jalan Nur Ali Sumber Arta, Bekasi Kota
  14. Kedung Waringin, Bekasi Kabupaten
  15. Tambun, Bekasi Kabupaten
  16. Bintaro, Tangsel
  17. Legok, Tangsel
  18. Lenteng Agung, Depok
  19. Kolong Cakung, Jaktim

Berikut 21 titik jalan rawan pelanggaran protokol kesehatan yang disekat :

Jakarta

  1. Kawasan Bulungan, Jaksel
  2. Kawasan Kemang, Jaksel
  3. Jalan Gunawarman dan Jalan Suryo, Jaksel
  4. Kawasan Sabang, Jakpus
  5. Kawasan Cikini, Jakpus
  6. Kawasan Asia-Afrika, Jakpus
  7. Kawasan BKT, Jaktim
  8. Kawasan Kota Tua, Jakbar
  9. Kawasan Boulevard Kelapa Gading, Jakut
  10. Kawasan Pantai Indah Kapuk, Jakut

Tangerang Kota

  1. Jalan Kali Pasir
  2. Jalan Bandeng Raya Tangerang Selatan
  3. Kawasan Boulevard Alam Sutera
  4. Jalan Sutera Utama
  5. Jalan Gading Serpong

Depok

  1. Jalan M Yasin tepat depan STIE MBI
  2. Jalan M Yasin tepat depan McDonald’s

Bekasi Kota dan Kabupaten

  1. Jalan Boulevard Bekasi Kota
  2. Jalan Utama Sumarecon
  3. Jalan Cikarang Baru
  4. Jalan Cikarang Selatan tepat depan Cifest Walk

Berikut 14 titik pengendalian mobilitas :

  1. Jalan Kasa, Jakpus
  2. Jalan Salemba Tengah, Jakpus
  3. Jalan Ulin Sumoharjo, Jatinegara, Jaktim
  4. Jalan Sutoyo Kramat Jati, Jaktim
  5. Jalan Raya Bogor depan Pusdikkes, Jaktim
  6. Jalan Wolter Monginsidi, Jaksel
  7. Jalan Cipete Raya, Cilandak, Jaksel
  8. Jalan Cikajang, Jaksel
  9. Jalan Gunawarman, Jaksel
  10. Kawasan Sunter, Jakut
  11. Kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Jakut
  12. Kawasan Mangga Besar, Jakbar
  13. Kawasan Taman Sehati Cikarang
  14. Kawasan Distrik Meikarta Cikarang